Hidup Saya Banyak Masalah Bukan Karena Masalah Saya Sendiri Tapi Karena Masalah Orang Lain

Satu kata, ‘Kehidupan’ adalah jawaban yang sederhana dari saya terhadap semua pertanyaan pada saat suasana hati sedang kacau seperti pada saat saya lagi banyak masalah. Satu kata inipun tanpa sengaja saya dapatkan dari teman seperjuangan saya. Tapi saya lupa siapa nama teman saya itu. Tapi dia adalah termasuk teman terbaik saya sampai saat ini. Aneh juga rasanya lupa siapa nama teman tapi masih berteman. Hahahaha… jangan gagal paham dong. Anda juga pasti mengalami hal yang sama seperti saya, tapi mungkin berbeda cerita saja. Contohnya anda lupa siapa yang pertama kali mengucapkan selamat ulang tahun pada saat anda berumur 17 tahun. Atau boleh anda cari contoh cerita sendiri.

Coba sekarang bagaimana suasana kehidupan anda. Sudah sukses atau masih gali lobang tutup lobang. Never mind…. dua hal itu adalah proses. Proses seberapa anda bisa kuat menjalani dan menghadapi kehidupan. Kalau saya sih pada saat menulis blog ini masih dalam status gali lobang tutup lobang pada usia 32 tahun. Sangat sulit memang dengan menghidupi satu istri yang sedang hamil muda dan satu anak umur 6 tahun dengan kondisi tuntutan kehidupan yang majemuk, dalam arti harus bisa cukup setidaknya tetap bisa sama seperti kehidupan orang lain.
Saya suka menulis true story atau lebih tepatnya curhat muehehehe…. Karna memang otak saya gak nyampai untuk menulis cerita fiksi. Dan kalau pun suruh menulis berita update, saya bukan wartawan dengan piranti lengkap. Lebih enak menulis dengan kata hati, karna setahu saya kalau kita paksakan menulis blog di ada-ada, kita akan kesulitan membuat tulisan lagi. Dan akhirnya kita akan bosan menulis karna kehabisan bualan. Tapi berbeda dengan penulis fiksi. Sebenarnya menulis fiksi lebih mudah, karna kita bebas berimajinasi.  Ahhh… itu kan soal selera. Apapun tulisanya yang penting pembaca merasa senang dan alangkah baiknya ada manfaat dari hasil karya tulisan kita.

Kembali ke Kehidupan, akhir-akhir ini saya sering mengalami masalah yang aneh (menurut saya). 

Gimana bahasa penyampaian yang enak ya…. Misalnya begini, saya hidup di sekumpulan orang. Anggap saja sekitar 30 orang, dengan karakter yang berbeda tentunya. Dan akan saya bagi karakter itu menjadi tiga bagian, Normal, Biasa dan Abnormal.

Tentu saja saya di kategori Normal (menurut saya). Dari 30 orang tersebut ada beberapa orang yang saya anggap abnormal dalam arti khusus yang menurut saya pribadi orang tersebut sangat berbeda sendiri pola pikir dan pola tingkah lakunya. Kalau yang kategori Normal dan biasa gak usah kita bahas, anggap saja yaaaaahhh… seperri kita menjalani kehidupan sehari-hari. 

Jadi saya mau tidak mau secara langsung behubungan dengan orang yang saya kategorikan abnormal tadi karna memang berkumpul. Salah satunya adalah, orang ini biasanya tidak pernah mau kalah dalam hal omongan walau saya tahu dan orang normal lain tahu bahwa IQ dia dibawah rata-rata dalam hal iptek. Yah… karna dia sering bertanya kepada saya soal hal-hal yang sebenarnya dia bisa cari di mbah google.  Disinilah contoh kenapa hidup saya banyak masalah bukan karna masalah saya sendiri tapi karna masalah orang lain. Kenapa begitu , ya iyaaa… kalau orang biasa atau orang normal di jaman sekarang ini akan malu kalau tidak tahu tentang hal yang sedang update, misalnya spesifikasi Hp (baca: Hand Phone), atau bahasa gaul.

Saya sebenarnya juga tidak tahu, tapi karna ini tuntutan jaman dimana kita harus juga update agar kita tidak terlihat bodoh di hadapan orang lain, maka jalan pintas adalah mbah google untuk menjawab semua pertanyaan.

Ada lagi orang yang semua omongan menurut dia tidak benar, atau bahasa istilahnya suka membantah atau mengajak debat. Dan anehnya dia sendiripun tidak membenarkan salah satu dari beberapa pernyataan. Lha terussss…. maksudnya apaaaa coba. Pusingkan mendengar suara orang ini. Tuh kannn… Tambah lagi masalah yang sebenarnya bukan masalah saya. 

Saya bukan psikolog, dan tidak tahu menahu tentang psikog makanya istilah yang tepat untuk orang yang seperti ini saya tidak tahu.

Nih satu lagi… ada orang yang suka menceritakan keburukan orang lain tapi masih dalam satu tim. Misalnya gini… ada 3 orang, 

  • Si A menceritakan keburukan si B pada si C kalau si B tidak ada. 
  • Si B menceritakan keburukan si C pada si A kalau si C tidak ada
  • Si C menceritakan keburukan si A pada si B kalau si A tidak tidak ada 

Intinya adalah, ketiga orang ini bergantian menceritakan keburukan masing-masing apabila salah satu dari mereka tidak ada. Tapi kalau mereka bertiga bersama, mereka akan tetap menceritakan keburukan orang lain. Bukan obrolan ringan lhoya… tapi lebih kepada menambah dan mengurangi cerita tentang hidup seseorang tanpa mereka tahu sendiri kehidupan orang yang sedang mereka ceritakan. Pun tanpa sumber yang jelas dari mana mereka dapat berita tentang orang yang mereka ceritakan. Haaadeeehhh ….. pusing…..

Berarti, jika tadi ada 30 orang, dan saya adalah salah satu dari 30 orang tersebut.  Maka secara tidak langsung ketiga orang tersebut juga mencerikan keburukan saya yang mereka tidak pernah tahu atau melihatnya sendiri pada saat saya sedang tidak bersama ketiga orang tersebut. #LogikaMacamApaIni….

Maksud saya itu begini, alangkah baiknya jika ada suatu hal atau masalah kita musyawarahkan lewat obrolan ringan dengan suasana dan bahasa yang enak serta bisa menghasilkan suatu solusi untuk masalah itu sendiri tentunya. Atau jika kita sedang ngobrol ringan sebisa mungkin kita menghormati lawan bicara kita dengan tidak membuat argumen yang tidak masuk akal. Atau lebih baik diam dengan tetap menyimak obrolan itu tapi tetap bisa menyimpulkan sendiri maksud dari obrolan itu. Atau… terserahlahhh… pusing saya…

Itu sedikit dari pengamatan tentang karakter seseorang yang pernah saya jumpai. Mungkin cara penyampaian saya kurang begitu mudah untuk dipahami. Serius… saya pusing bukan karna memikirkan hidup saya, tapi pusing karna memikirkan karakter orang-orang itu.

Advertisements

About tulusmaholtra

apapun karyamu... tampilkan !!!!
This entry was posted in Tak Berkategori. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s