Korban SosMed

Halo para pendekar cemuuuaaahhh…Masih Strong kan?????

SosMed atau lebih kita kenal dengan sebutan sosial media tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Atau, ada yang tidak paham tapi secara tidak langsung sudah berada atau bahkan sudah aktif di dalamnya.

Contoh SosMed atau Media Sosial yang paling  sering kita dengar, atau  yang kita sendiri punya aplikasinya adalah Facebook, Twitter, Instagram dsb.

Menurut pengamatan saya selama beberapa tahun ini, masih banyak sekali Sosialita (pengguna sosmed) yang belum paham atau bahkan blunder di dalam menggunakan akun media sosialnya. Akibatnya apa? Mereka  terlihat bodoh di mata Sosialita yang lain atau sosialita yang sudah lama bergelut dengan sosial media. Tapi anehnya, mereka ini bangga sekali dengan apa yang mereka lakukan. Seolah-olah memang  tugasnya di media sosial ya seperti itu

Seperti halnya gambar di atas. Coba pakai logika deh…. Status gak ada yang kasih komentar tapi di komentari sendiri. Dedikasi sebagai ungkapan telah di beri like?  Boleh saja….dan itu hak prerogatif seseorang terhadap akun sosmednya sendiri.  Mau di like sendiri, di komen sendiri, di edit bahkan di hapus, terserahhhhh……Tapi bagi sebagian orang, hal ini menggambarkan bahwa anda bicara sendiri, dan dijawab sendiri.  Kira-kira aneh gak? Kalaupun mau mengucapkan terima kasih,  alangkah baiknya membuat status lagi yang intinnya mengucapkan terima kasih. Atau kalau enggak di inbox satu-persatu untuk sekedar mengucapkan terima kasih.

Ketidak pahaman lainya adalah soal caption (semacam keterangan) pada sebuah gambar yang di upload pada sebuah status. Gambarnya apa….Keterangannya apa…

Kira-kira gambar foto di atas nyambung gak sama tulisan di statusnya ? Kalau kalian pakai logika. Setidaknya, bukan kalimat seperti itu yang kalian gunakan sebagai caption gambar foto tersebut.
Yang terakhir saya bahas.., karna sudah kehabisan materi, hehehehe….adanya sosialita yang masih mau di suruh untuk menge-Like sebuah status, atau bahkan sekedar disuruh mengetik amin pada kolom komentar dengan iming-iming masuk surga. Kalau setahu saya, ini cuma akal-akalan pihak tertentu yang mengambil sebuah keuntungan yang besar. Untuk dia sendiri tentunya.

Ini juga logika macam apa lagi ini yakkk… Kalau dengan klik Like dan Ngetik Amin masuk surga buat apa kita susah-susah belajar ilmu agama. Terus Dalilnya apa coba? Tapi kenapa masih saja  ada dari beberapa sosialita yang masih melakukan hal ini. Ya mungkin niatnya cuma sebatas meng-amini do’a yang ada di status media sosial tersebut, gak lebih.

 

Wokehhh…kehh..keh…keh..kehhh… sekian dulu dulu dari saya. Mohon maaf kalau materinya sudah basi. Yah… paling tidak bisa untuk mengingatkan adik-adik atau teman kita yang tidak tahu bahwasanya  kalau mau masuk surga ya harus menjalani perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Advertisements

About tulusmaholtra

apapun karyamu... tampilkan !!!!
This entry was posted in opini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s