Masa-Masa Sulit Menjadi Kuli Bangunan

Kulihat jam di ponselku menunjukan pukul 00.32 WIB, Minggu 26 Maret 2017. Sudah dua hari saya terbaring di Barak pekerja. Dan setelah saya sadar, ternyata saya terjaga dari sebuah rasa nyaman. Dimana saat mata saya terbuka, maka saya akan merasakan sakit yang amat luar biasa pada bagian paha kiri saya. Kadang pindah ke betis kiri saya. Atau pindah ke pinggang kiri saya. Sampai pada titik puncak dimana saya harus membungkuk sambil menahan sakit hanya untuk sekedar berdiri dan berjalan di atas kaki saya sendiri.

<!–more–>

Entah apa nama penyakit ini, saya sendiri tidak tahu.  Karna saya belum pernah pergi ke dokter untuk memeriksakan penyakitk saya ini. Ada yang bilang Dengkek. Ada yang bilang Boyok. Tukang urut bilang pinggang saya kejepit. Yang menyebalkan dari penyakit ini adalah pada saat saya batuk atau bersin, maka di sekitar bagian pinggang akan terasa ngilu dan nyeri.

Dan mereka juga bilang penyakit ini tidak boleh di urut atau di pijit. Tapi ada yang bilang namanya juga penyakit tulang, ya harus di urut atau di pijit. Saya semakin binggung dengan dua pernyataan itu. Ditambah lagi dengan keadaan ekonomi saya pada saat ini.

Saat ini saya berada di Pekanbaru. Dan baru seminggu saya berada di sini. Tapi saya sudah tidak bisa bekerja. Jangankan bekerja, untuk berdiri saja susah. Apalagi berdiri sambil berjalan.

Saya menunggu tukang urut selama 2 hari tidak pernah datang. Huwaahhhhhhhhhh……!!!!!

Flashback di tahun 2013. Dimana tahun awal saya mulai terkena penyakit ini. 

Sebagai pekerja proyek, stamina dan fisik harus benar-benar maksimal. Tapi yang namanya nasib seseorang kita tidak pernah tahu. Pada waktu itu saya bekerja pada posisi dimana tangan kanan saya harus meraih sesuatu yang jauh. Yahhh…saya merasa dapat meraihnya, tapi ternyata saya gagal meraihnya sampai pinggang kiri saya berbunyi ‘Thèk’

Pelan-pelan saya mencoba merasakan apa yang terjadi pada tubuh saya. Ternyata saya berada pada satu titik, dimana saya harus merangkak untuk bisa berpindah tempat. 

Setelah itu, rasa nyaman saya hanya pada posisi berbaring dan duduk. Selain dua posisi itu, ada rasa sakit yang luar biasa jika saya ingin berganti posisi. Berdiri misalnya, atau berjalan.

Kemudian saya mencoba urut, dan alhamdulillah rasa sakit saya hilang. Saya bisa beraktifitas lagi seperti biasanya, bekerja menjadi kuli bangunan.

Selama 4 tahun sejak terkena penyakit ini pada tahun 2013, saya lupa berapa kali saya kambuh. Tapi yang jelas, di tahun 2017 saat saya baru bekerja seminggu di Pekanbaru,  penyakit ini kambuh dengan tingkat keparahan yang tidak seperti biasanya. Biasanya saya minum obat sembuh, atau saya ke tukang urut sembuh. Tapi kali ini untuk berdiri saja sangat sulit.

Saya dilema dengan keadaan saya. Kalau saya pulang kampung, siapa yang harus menanggung biaya hidup anak istri saya. Sedangkan kalau saya pulang kampung, saya juga harus berobat supaya bisa sembuh. Sedangkan saldo ekonomi saya saat ini benar-benar pada limit minus 0 rupiah. Kalaupun harus berada di Pekanbaru terus saya tidak bisa bekerja. Ujian apalagi ini ya Allah….

Kemudian saya punya ide menggalang dana melalui salah satu situs online yang kebetulan dulu saya pernah melihatnya di salah satu stasiun Tv swasta nasional yaitu di Metro Tv dalam acara Kick Andy. Namanya program kitabisa.com. Ya…..namanya usaha, siapa tahu ada dermawan yang bersedia menolong saya. Amin 

https://kitabisa.com/tulangkukejepit

Dan melalui media Blogg ini semoga saja juga ada dermawan yang bersedia menolong supaya saya bisa sembuh total dan bisa bekerja lagi untuk dapat menepati kewajiban saya sebagai kepala rumah tangga dan kewajiban anak membahagiakan orang tuanya, serta kewajiban sahabat membuat sahabat lainnya tersenyum. Bantuan  bisa melalui https://kitabisa.com/tulangkukejepit atau menghubungi saya langsung melalui  nomor 087777945756.

Malu rasanya menjadi pengemis di media sosial, karna mungkin ada saudara-saudara saya atau kawan-kawan saya yang merasa saya tidak mengganggap mereka peduli kepada saya padahal mereka peduli dan sayang sekali kepada saya.

Tapi akan lebih malu lagi saya, ketika saya harus meminjam sejumlah uang kepada mereka dan saya tidak bisa mengembalikannya karna saya sendiri sadar, bahwa fisik saya sedang dalam kondisi tidak sehat. Bisa-bisa saya cacat permanen karna penyakit saya ini.

Saya hanya bisa berdo’a pasrah kepada yang maha kuasa. Jika saya sewaktu-waktu meninggal semoga saya di maafkan atas semua kesalahan saya kepada orang-orang yang pernah saya sakiti baik yang saya sengaja maupun yang tidak saya sengaja. Dan kalau saya di berikan kesembuhan, saya hanya bisa mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian orang-orang di sekitar saya yang sudah pernah saya repotkan.

  • Tulus Wahyudi, lahir di Grobogan, Jawa Tengah 32 tahun yang lalu.
  • Menghidupi seorang istri dan 1 anak perempuan berumur 6 tahun dan masih tinggal satu atap dengan mertua
  • Pekerjaan Kuli bangunan
Advertisements

About tulusmaholtra

apapun karyamu... tampilkan !!!!
This entry was posted in sosial and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s