Tanggal Merah Yang Menjadi Kambing Hitam

Salam Kuli Bangunan !!!

Alangkah bahagianya kalau gaji kita di bayarkan sesuai dengan perjanjian yang telah di sepakati. Ya tentu saja di sepakati oleh kita sebagai kuli dan boss sebagai atasan yang membayar kita. Atau di sepakati oleh kita dan PT atau pabrik tempat kita bekerja. Dan lain-lain tentu saja tergantung di mana kita bekerja.

Pernah gak kita mengalami gajian mundur ? Gajian mundur dalam konteks dimana biasanya sebelum hari H gaji kita dibayarkan, terdapat tanggal merah. Misalnya saja biasanya kita menerima gaji tanggal 2 tapi karena tanggal 1 atau adalah tanggal merah, akhirnya ekspektasi kita tentang shoping dan lain-lain buyar karena gaji kita dibayar beberapa hari setelah tanggal 1. Bisa satu atau dua hari setelah tanggal itu bahkan lebih. Sakit bukan ? Apalagi bagi sebagian orang dengan kebutuhan bulanan tertentu. Misalnya bayar cicilan,bayar listrik,bayar air dan lain-lain.
Pun bagi saya dan sebagian teman-teman kuli bangunan yang lainnya. Rasanya tuh melebihi saat kita melihat mantan yang lagi pacaran di depan kita kalau sedang mengalami gajian mundur. Apalagi bagi kami (saya khususnya) kuli bangunan yang biasanya setiap 2 minggu sekali di hari sabtu kami menerima gaji. Dengan segenap rasa yang gegap gempita menyambut hari dimana rasa lelah yang kami rasakan berharap bisa berubah menjadi rasa bahagia. Tapi tiba-tiba berubah menjadi rasa kecewa yang begitu dalam melelebihi rasa kecewa saat datang ke pernikahan mantan.

Disinilah muncul pertanyaan klasik, “kenapa rakyat kecil yang selalu jadi korban ?” Kalau seluruh badan yang kotor itu baru namanya resiko pekerjaan. Apalagi menjadi kuli bangunan, bukan hanya badan yang kotor kadang darah menetes itu sudah biasa. Tapi ini gaji yang mundur ! Resiko macam apa ini ? Gaji itu hak pekerja. Tidak perlu sekolah sampai keluar negeri untuk mengartikan gaji itu apa. Pada saat bekerja di lapangan kami selalu di tuntut yang cepatlah, yang rapilah, yang bersihlah. Tapi pada saat kami mau menuntut hak kami, alasanya cuma karena tanggal merah.

Dan alasan tanggal merah ini menurut saya tidak sportif. Tidak sportif karena menurut saya kami jadi korban apa itu yang namanya manajemen dengan segudang prosedur perusahaan. Dan karena dalam hal ini kami bekerja sudah full sesuai kewajiban. Kenapa cuma tanggal merah saja di jadikan alasan. Seharusnya kan sudah di antisipasi. Karena kami tahu orang  di ‘atas’ sana itu rata-rata berpendidikan semua. Masa iya tidak bisa mengatasi masalah tanggal merah. Bukan aneh lagi, tapi gokil.

Kami kuli bangunan memang tidak semuanya orang susah. Ada dari kami orang yang terbilang mampu (kaya) di lingkungan dia tinggal. Jadi bukan berarti kuli bangunan itu tempat bekerjanya sekumpulan orang susah. Tapi itu bagi orang yang mampu. Tapi bagi sebagian besar dari kami yang hanya mengandalkan pemasukan setiap dua minggu dari proyek bangunan akan sangat terasa sekali dampaknya. Semua urusan roda perekonomian kami di rumah yang kami tinggal merantau akan kacau.

Memang itu urusan kami. Tapi kan tetap ada hubungannya dengan gajian yang stabil setiap dua minggu sekali itu.

Ya intinya kami sebagai pekerja kuli bangunan berharap jangan ada lagi alasan tanggal merahlah, uang dari pusat belum cairlahlah. Itu urusan anda-anda sekalian yang di atas. Dan itu tugas anda sebagai atasan untuk memberi rasa nyaman bagi kami para pekerja. Karena kami merasa sudah 2 minggu menunaikan kewajiban kami sebagai pekerja. Jangan hanya jargon saja yang di gembar-gemborkan setiap kali meeting, tapi buktikan dengan tindakan nyata. Menghargai setiap tetesan keringat kami di panas terik mentari setiap harinya dengan membayar gaji kami tepat pada waktunya.

Semoga kedepannya tidak ada lagi kasus mengkambing hitamkan tanggal merah. Karena kerja sama itu adalah sebuah istilah yang berarti saling menguntungkan kalau menurut saya. 

Salam Kuli Bangunan.

Advertisements

About tulusmaholtra

apapun karyamu... tampilkan !!!!
This entry was posted in opini, Proyek Bangunan, sosial and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s